Aku butuh tanganmu, selimut hangat yang mengenggam tangan ini. Aku butuh bibirmu, lukisan nyata tak terjelaskan indahnya. Aku butuh matamu, pelangi yang warnai hidup ini. Kamu yang selalu menjadi juara di hati, aku akan selalu mengiringi di setiap langkahmu. Percayalah aku yang paling mengerti disaat kegelisahan menemanimu, yang paling menenangkan di saat kecewa hampirimu. Kata demi kata aku coba hadirkan demi mata itu, matamu. Namun, jika bibir ini tak berkata, bukan berarti aku tak merasa.

Dari aku, yang berkata sesuai ingin hati katakan. 
Dari aku, yang mengirimkan rasa tanpa harus lewat kata. 
Untuk kamu, mataku.